Pohon-pohon telanjang
Menusuk bulan
Betapa tenang langit malam
Seperti dasar lautan
Engkau mengetuk pintu yang tak terbuka
Belajar pada debu
Menyantuni bencana
Diterimanya kekalahan
Sebagai kabar gembira
Di dadamu ada gelombang
Badai rindu dan keputus asaan
Pada sisa waktu yang berkarat
Siapa tak ingin selamat
Berikanlah air mata ini
Pada akar bunga itu
Geliat musim semi
Dinanti selalu
*04.45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar