Jumat, 14 Oktober 2011

Jiwa

Jadikan jiwamu seluas samudra yang biru
berjuta sampah dituang bumi ke dalamnya tiap hari 
namun ia tetap jernih dan biru
( H. Azra'i Ibrahim)

Kamis, 13 Oktober 2011

Lari dari jiwa nestapamu....*


Aku pergi dan berlari darinya sebab aku merasa jiwaku tak sesuai lagi dengan jiwanya
mimpi dan anganku tak seperti lagi mimpinya
aku menjauh darinya karena aku merasa menemukan diriku laksana putaran roda berlawanan arah
kekanan di antara roda-roda yang ke kiri
aku menjauh darinya karena aku merasa bahwa ia ibarat pohon yang sakit
yang akarnya tajam menghunjam ke bumi sedang ranting-rantingnya menjulang ke langit
akan tetapi kembangnya hanyalah ambisi, nafsu serakah, dan kejahatan
buahnya hanyalah nestapa, penderitaan, dan kesengsaraan
aku telah mencoba memupuknya dengan kebaikan yang kupunya
namun aku tak berhasil, aku tak mau putus asa, tertindas, dan bahkan dikalahkan
oleh karenanya...aku memilih pergi dari jiwanya yang nestapa

Besar kasihNya

Satu hal yang harus kita ingat...Allah telah memilih kita untuk menjadi manusia dan bukan sehelai rumput, sebongkah batu, atau seekor semut. Ini bukti yang nyata bahwa Allah memuliakan kita. Maka... jangan pernah lagi kita merendahkan derajat kita, padahal pada diri kitalah bermuaranya cinta kasih Allah, marilah kita mulai hari ini dengan berdoa... semoga Allah menanamkan sebiji kerinduan kepadaNya dalam hati kita. DenganNya kita dapat bergairah membalas cinta dan mereguk kasihNya.

umpatku

Betapa sering kita dengar tawa gembira
dari gubug-gubug yang hina
betapa sering kita dengar tangis dan duka
dari rumah-rumah besar bagai istana

Matinya burung pembawa pesan...*

Burung pembawa pesanku sudah kembali pulang
ada titipan pesan kesedihan di raut sendu di matanya
"sebuah anak panah menancap di dadanya"
hingga kemudian dia mati dalam dekapanku...
sesuatu yang harus aku tangisi atau tertawakan..?
karena...
semenjak itu burung pembawa pesan itu selalu mati dalam penyampaiannya...
inikah "DEMOKRASI"?
legalitas dari sebuah pemikiran yang dilegalitaskan...
dan logika tak bisa memahami itu
mungkin karena aku bodoh...
ya..!! bodoh
tak seperti kamu kawan...,
maka... tinggalkan aku dalam kebodohanku
karena sedikitpun aku takkan menghamba kepadamu...

Kisah sesaat (mencintaimu bagiku salah...*)

Mencintaimu bagiku salah....
karena kau tlah bersamanya
berdua bersama dirinya
biar...
kan kusimpan dalam lagu
keping dari kisah sesaat ini
kan kusimpan d hatiku...

Rabu, 12 Oktober 2011

* Jiwaku renta....

Berulang kali...
jiwaku jatuh karenamu
karena buaimu
karena manis tuturmu
akupun tak tau maksudmu...
tadi kau bilang "A"
kemudian kau bilang "B"
saat ku raih jawab dari tuturmu...
"tak mengerti" hanya ucapmu
jiwaku renta
lelah arunginya...