entahlah apa yang ada dalam benakmu
akupun tak pernah tau
kau bilang tinggal nunggu "klik"
tapi kau tak pernah memberiku asa lagi
harusnya kau beri aku jawabmu
agar aku tak lagi menunggu
menunggu jawabmu dalam ketidakpastianmu
mana jiwamu yang menjadi penyejukku
yang bagiku mempesonakanku hingga aku terbuai
aku kecewa karena sikap dan ketidakpastianmu
Rabu, 12 Oktober 2011
Si Minahlah penyebabnya....*
saya masih tak habis pikir saat mendengar cerita miris ini...
benar-benar tak habis pikir saya dengan cerita ini, cerita yang membuat saya merasa tak enak hati, begitu miris saya mendengarnya tentang seorang gadis yang bekerja sebagai penjaga toko handphone (konter). Alwalnya dia begitu lugu, atau pura-pura lugu saya pun tak tau, dia datang meminta kerja kepada seorang ibu muda yang mempunyai bayi perempuan mungil yang berusia 3 bulan kala itu, dan dengan senang hati gadis itu pun diterimanya untuk bekerja di konternya.
"Benar kamu ingin bekerja" kata ibu muda itu kepada gadis itu yang bernama "Minah"
"Iya mbak saya ingin kerja..." jawab si Minah kepada ibu muda itu dengan sebutan "Mbak"
"Ya sudah kalau kamu serius bekerja, mulai besok kamu mulai kerja karena aku juga repot ngurus anakku, mengenai aturan kerja...kamu akan diajari suamiku dan kamu nggak usah segan-segan tanya kalau ada hal yang belum mengerti..." Ibu muda itupun menjelaskan sedikit kepada Minah selaku pegawai barunya.
Mulailah bekerja si Minah, dengan mengayuh sepeda yang tidak begitu kinclong dan sepatu sandal yang belakangnya sudah dipotong...
"Gadis yang sangat lugu dan jujur..."
ibu muda dan suaminya pun sangat menyayanginya...dan karena alasan bekerja ketemu banyak konsumen, suami ibu muda itu yang setiap hari bekerja di konternya mengajari banyak hal kepada si Minah untuk ramah dan jujur terhadap konsumen.
"Min...gimana kalu nama kamu saya ganti dengan Indri saja ?" obrolan yang terjadi antara bos laki-laki dengan pegawainya...
"terserah Mas ajalah..." jawab si Minah kepada bos laki-lakinya dengan menyebutnya "Mas"
Tiap hari si Minah alias Indri berangkat pukul 08.00 dengan mengayuh sepeda, terkadang juga dengan menggunakan motor jadul au bahkan diantar sang bapak dengan becaknya sekalian mangkal karena kebetulan bapaknya tukan becak. Dia bekerja begitu serius dan jujur.
Beberapa bulan setelah bekerja, ibu muda itu pun menaikkan gajinya karena kejujurannya, walaupun ibu muda itu menilai kalau si Minah kurang begitu cekatan dan kurang ramah dalam melayani konsumen.
"Min...kamu sudah 3 bulan bekerja denganku, aku naikkan gajimua ya aku berharap kamu kerja lebih sungguh-sungguh!" kata ibu muda itu yang tak setiap hari ke konter karena sibuk dengan anak dan rumahnya.
"Iya mbak...makasih banyak" ucap minah sembari mengucap terima kasih kepada bosnya.
Si Minah pun merasa semangat karena gaji bulanan naik, dan diapun akhirnya mengambil kredit motor yang menjadi impiannya..."Mio".
Enth sudah berapa lama si Minah bekerja untuknya, yang jelas ibu muda itu sering memberikan bonus saat ada peningkatan rejeki, sering memerikan baju atau sekedar jajan ketika bepergian bersama anak dan suaminya.
Suatu ketika ibu muda itu datang ke konter dimana suami dan pegawainya bekerja, ibu muda itu terkejut ketika di depan tak ada seorangpun baik suaminya atau Minah, dia pun langsung masuk ke ruang dalam yang digunakan sebagai ruang servis, betapa kagetnya ketika dia melihat si Minah yang langsung nyelonong ke kamar mandi dan suaminya langsung duduk di kursi service.
"Ada apa yah...ko' kaya pada gugup?" tanya ibu muda itu yang curiga ketika mendapat suami dan pegawainya gugup.
"Ngga ada apa-apa ko' nda...ini aku lagi nyervis, si Minah mau pulang mau mandi katanya..." jawab suaminya dengan tenangnya, seolah terjadi apa-apa....
"Oh..." jawab ibu muda itu.
ketika si Minah kembali dari kamar mandi dan berpamitan pulang untuk mandi, ibu muda itupun hanya diam dan tak ambil pusing dengan kejadian itu.
Sejak kejadian itu, banyak kejadian-kejadian ganjil yang membuat pikiran dan hati ibu muda itu selalu curiga, namun lagi-lagi ibu muda itu mencoba menanamkan keprcayaan dirinya bahwa hal negatif yang ada dalam pikirannya tentang perselingkuhan tak mungkin terjadi, ia selalu mencoba menguatkan hatinya walapun ia sering mendengar berita ganjil dari tetangga toko dan sms yang tak bertuan mengenai kelakuan suami dan pegawainya.
"Ayah...aku ko' dapat sms dari orang yang ngga aku kenal ya...jelek-jelekkin ayah..." ungkap ibu muda itu kepada suaminya. Namun lagi-lagi suaminya menepisnya dengan bahasa yang begitu datar...
*to be continue the next....
Jangan biarkan aku dzalim...*
Allah... sampaikan salam kepada muhammad dan keluarganya
sempurnakan niatku dengan anugrahMu
luruskan keyakinanku dengan apa yang ada di sisiMu
perbaikilah dengan kuasaMu apa yang rusak di diriku
berikan padaku kebaikan di akhirat dan di dunia
sungguh..., jangan biarkan aku dzalim padahal Engkau sanggup menahanku
sungguh..., jangan biarkan aku dzalim padahal Engkau sanggup membelaku
Berilah aku sebaik-baik kemudahan
jangan susah payahkan hidupku
lindungi rizkiku dari kehancuran
jangan hinakan kehormatanku dengan kemiskinan
cegahlah aku dari hidup berlebihan
cukupkan aku dengan perluas rizkiMu
sungguh..., jangan biarkan aku miskin sedang dari sisiMu aku peroleh kecukupan
dan Engkau dapat perluas kekayaanku
limpahkanlah semua yang kumiliki dengan keberkahan
Sungguh..., jangan biarkan aku tersesat padahal Engkau dapat memberi petunjuk
tuntunlah aku ke jalan petunjuk untuk menginfakkan aku ke dalam kebaijikan
lepaskanlah aku dari bertanya kehidupan
berikan padaku rizki tanpa perhitungan
jadikan rizkiku paling luas di masa tuaku, untuk kekuatanku yang paling perkasa di waktu lelahku
sehingga aku tidak meninggalkan ibadah kepadaMu karena kesibukanku
dan tidak menanggung beban buruknya penghasilan
Lindungi aku dari apa yang aku takuti
janganlah mengujiku dengan ketakaburan
jangan rusak ibadahku dengan kebanggaan diri
jadikan aku orang yang beribadah kepadaMu
penuhi harapanku dengan kasihMu
hiasilah kepribadianku dengan hiasan para shalihin
berilah aku busana para muttaqin
selamatkan aku dari intaian jahannam
*dalam kelamya malam ku mengadu pada Rabbku
*Ma'afkanku membencimu...
Aku pun tak tau apa yang dilakukan oleh kasihku sendiri, karena posesifmu berlebihan hingga suatu ketika dian memintaku tuk tinggalkannya. Aku tau dan merasa kamu begitu cape' dengan hatimu, dengan posesifmu...
kau minta tinggalkanmu dengan alasan kau tak sayang lagi padaku, kau tak ingin tujuan antara kau dan aku terus ada...awalnya aku tetap bersikeras bertahan, tapi kau mengancamku kau akan membuatku sakit agar aku tinggalkanmu...dan aku tetep bersikeras bertahan
Aku tau kau pun bingung mesti dengan cara apa kau paksa aku tuk tinggalkanmu, hingga kau ancam aku bahwa kau akan lukai sahabatku sendiri (sbp), dan akhirnya aku menyerah, aku terima tawaranmu kau kenalkan diriku dengan temanmu, tapi akhirnya aku menyesal karena itu tidak dari hatiku...
Aku pun menyesal dan kau sebenarnya masih menginginkan aku..., Tapi kini teman yang kau kenalkan padaku mengirim pesan yang menyakitkan hatiku...mengajakku tak senonoh (sbp), aku sakit banget!!!
Aku benci kamu kasihku, kau rendahkan aku aku merasa kau jual diriku.......Aku benci kamu, ma'afkanlah aku, mulai saat ini aku ingin menutup rasaku untukmu walau aku belum mampu tuk ungkap ke kamu....
"Maafkanku membencimu karena sikapmu....*
kau minta tinggalkanmu dengan alasan kau tak sayang lagi padaku, kau tak ingin tujuan antara kau dan aku terus ada...awalnya aku tetap bersikeras bertahan, tapi kau mengancamku kau akan membuatku sakit agar aku tinggalkanmu...dan aku tetep bersikeras bertahan
Aku tau kau pun bingung mesti dengan cara apa kau paksa aku tuk tinggalkanmu, hingga kau ancam aku bahwa kau akan lukai sahabatku sendiri (sbp), dan akhirnya aku menyerah, aku terima tawaranmu kau kenalkan diriku dengan temanmu, tapi akhirnya aku menyesal karena itu tidak dari hatiku...
Aku pun menyesal dan kau sebenarnya masih menginginkan aku..., Tapi kini teman yang kau kenalkan padaku mengirim pesan yang menyakitkan hatiku...mengajakku tak senonoh (sbp), aku sakit banget!!!
Aku benci kamu kasihku, kau rendahkan aku aku merasa kau jual diriku.......Aku benci kamu, ma'afkanlah aku, mulai saat ini aku ingin menutup rasaku untukmu walau aku belum mampu tuk ungkap ke kamu....
"Maafkanku membencimu karena sikapmu....*
Kisahmu dan kisahku
cukup sudah kau sakiti hatiku
kau sayatkan luka
yang tak mudah untuk kulupakan
seumur hidupku...
usai sudah kisahku kisahmu tlah terhenti
tak bisa hatiku
tuk menerima dirimu kembali
tertutup untukmu
relakanlah aku
tuk lupakan semua
sudah usai sudah
selamanya...
diriku dan diriku
tak mungkin bersama
tak bisa tuk paksakan
lepaskanlah semua dan berakhir disini
kisahku dan kisahmu
berakhir tuk slamanya...
kau sayatkan luka
yang tak mudah untuk kulupakan
seumur hidupku...
usai sudah kisahku kisahmu tlah terhenti
tak bisa hatiku
tuk menerima dirimu kembali
tertutup untukmu
relakanlah aku
tuk lupakan semua
sudah usai sudah
selamanya...
diriku dan diriku
tak mungkin bersama
tak bisa tuk paksakan
lepaskanlah semua dan berakhir disini
kisahku dan kisahmu
berakhir tuk slamanya...
lelahku
keadaan ini yang selalu menghujatku
menghujat tuk terus melaju
melangkah dengan begitu berat
dengan tertatih dan sebelah kaki
tapi jalan di depan masih begitu gelap
kerikil di jalanku selalu menyandungku
dan beban di kaki semakin berat
tapi akupun tak mungkin lagi membalik jalan belakang
lebih menyakitkan!!
dan kini akupun harus berjalan lagi
menatap jalan di depan
berharap sedikit cahaya kunang-kunang
yang selalu berharap menjadi bintang bahkan rembulan
walau daalm lelahku
aku selalu berharap dan melangkah
nian pasti langkahku
Langganan:
Postingan (Atom)





















